Kemnaker Beri Penghargaan Indonesian Migrant Worker Awards 2023 ke Pelindung Pekerja Migran Indonesia
Progresnews.info–Dalam rangkaian peringatan Hari Migran Internasional 2023, Kementerian Ketenagakerjaan memberikan penghargaan Indonesian Migrant Worker Awards (IMWA) 2023 kepada stakeholders yang memiliki kontribusi besar terhadap perluasan kesempatan kerja di luar negeri. Penghargaan diberikan pada Senin (18/12/2023) di Lampung Timur.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah berharap, semua penerima Indonesian Migrant Worker Awards 2023 ini dapat menjadi pemicu dan motivator kepada khalayak lain untuk dapat lebih berkontribusi dalam hal perluasan kesempatan kerja di luar negeri.
“Para stakeholder yang terlibat dalam proses penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah bagian dari pilar pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia. Tidak hanya itu, namun juga sebagai penopang ekonomi nasional melalui remitansi yang dikirimkan oleh para pahlawan devisa kita di luar negeri,” ucap Menaker.
Adapun penghargaan Indonesian Migrant Worker Awards 2023 diberikan kepada 16 penerima dengan 13 kategori sebagai berikut:
1. Dinas Provinsi Terbaik dalam Memberikan Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.
2. Dinas Kabupaten/Kota Terbaik dalam Memberikan Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung.
3. Provinsi Peduli Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Provinsi Lampung.
4. Kabupaten Peduli Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Kabupaten Lampung Timur.
5. Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Daerah Asal Pekerja Migran Indonesia Terbaik dalam Layanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat.
6. Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Daerah Embarkasi/Debarkasi Pekerja Migran Indonesia Terbaik dalam Layanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi Jawa Timur.
7. Desa Peduli Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
8. Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia (LTSA-PMI) Terbaik diberikan kepada Layanan Terpadu Satu Atap Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Cirebon.
9. Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia Berkinerja Baik I, II, dan III diberikan kepada (1) PT Jafa Indo Corpora, (2) PT Pamor Sapta Dharma, dan (3) PT Hamparan Karya Insani.
10. Media Elektronik yang Mendukung Program Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada TVRI.
11. Media online yang Mendukung Program Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada antaranews.com.
12. Atase Ketenagakerjaan yang Inovatif dalam memberikan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Yessie Kualasari (Atase Ketenagakerjaan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan).
13. Pekerja Migran Indonesia Purna Penempatan Berprestasi I dan II diberikan kepada (1) Deni Hendri Saputra Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, dan (2) Mukini Dsn. Soireng RT/RW 08/02. Desa Keboireng Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Aspataki , Fillius, mengapresiasi Kemnaker dengan kegiatan tersebut. Kemnaker tidak saja menjalankan fungsi pembinaan akan tetapi, dalam peringatan harì Migran Internasional 2023 di lampung Timur ini memberi reward atau penghargaan kepada Perusahaan-Perusahaan, Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten Kota yang memberikan pelayanan terbaik. Kami sebagai P3MI, terangnya, termotivasi utk meningkatkan profesionalitas dalam memperbaiki pelayanan dan Perlindunga PMI.
H.Sulaeman Sultoni Pemilik PT. Assalam Karya Manunggal ( P3MI) yang beralamat di Tanggamus , Lampung. berterima kasih kepada Kemnaker Yang telah memberikan penghargaan kepada Pekerja Migran Indonesia yang telah memberikan pemasukan devisa bagi negara , sebagai Pahlawan Devisa, wajar bila mereka mendapat penghargaan dari Pemerintah.
Lanjut Sulaeman, hendaknya penempatan PMI kedepan tidak lagi berkutat soal informal , akan tetapi naik kelas menjadi penempatan PMI formal. Kebanyakan generasi muda saat ini lulusan SMK hendaknya mereka dilatih dan ditempatkan formal kepada negara- negara yang membutuhkan pekerja formal.
Untuk itu dia menghimbau kepada Pemerintah, agar memudahkan pengurusan untuk penempatan PMI Formal, mengingat dirinya mengalami soal ini,
“kenapa penempatan informal pengurusan lebih cepat daripada Formal,” ujarnya .
Untuk itu , menurutnya, hendaknya semua P3MI bekerja sama untuk memerangi penempatan illegal.
Lima tahun terakhir perusahaanya melakukan penempatan PMI ke 7 negara Eropa Timur dan Eropa yakni : Sarajevo, Hongaria . Rumania, Polandia, Lithuania, Jerman, Portugal.
PMI tersebut bekerja di pabrik mebel, pabrik kursi , pabrik mobil, pabrik boklam. ( Tu)

