Kemnaker Gelar Evaluasi Pembinaan FKLPID di Aceh

20211214_114801

Progresnews. Info–Kementerian Ketenagakerjaan dalam hal ini Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan, Melakukan pertemuan dengan sejumlah Industri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri ( FKLPID) daerah Aceh, bertempat di Balai Latihan Kerja ( BLK UPTP) Kemnaker, Banda Aceh. Selasa, 14 Desember 2021.

” kehadiran kami dalam rangka untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi FKLPID di Aceh , dan bagaimana mengatasinya”, ujar Sub Kordinator Promosi dan Kerjasama Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker, Hilman Shopi Amarullah.

Senada dengan Hilman, anggota Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Dengan Industri ( FKLPI) Pusat, Drs. Saiful Bahri mengatakan bahwa permasalahan dan tantangan yang dihadapi Industri masing masing daerah tentu berbeda beda, untuk itu, perlu kita sharing dan kita cari solusinya.

Untuk itu, lanjut Saiful, FKLPI daerah Aceh khususnya, harus melakukan inovasi dalam pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan Industri, artinya, bukan berapa banyak yang dilatih akan tetapi berapa banyak yang terserap Dunia Usaha Dunia Industri ( DUDI).

Sementara itu, Ketua FKLPI Aceh, Muhammad Ihsan, mengatakan bahwa hingga saat ini, ada 100 anggota tergabung didalam FKLPI yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

“Kami angkatan kedua berdasarkan SK Dirjen Binalattas tertanggal 24 Januari 2021” , terang Ihsan.

Menurut Ihsan, contoh yang dapat kami sampaikan, yakni kebutuhan akan teknisi AC split . Kami mengambil 16 anak anak yang tinggal di sekitar PT. PIM (Industri Pupuk Petrokimia) dilatih dan dibiayai oleh BLK Aceh, sementara instruktur dari PT. PIM. Dari 16 anak tadi yang lulus uji kompetensi hanya 7 anak.

Hingga saat ini, lanjut Ihsan, paling marak di Aceh saat ini adalah pelatihan Barista. Banyak kebutuhan akan tenaga barista, yang tidak hanya dipekerjakan di Aceh saja, tapi juga ada kedai kedai kopi di Kemang, Jakarta dan beberapa tempat lainnya.

Adapun, Kendala yang kami hadapai saat ini, terang Ihsan, adalah keterbatasan anggaran, serta keterbatasan kordinasi dengan jumlah 100 anggota FKLPID yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Tampak hadir dalam acara evaluasi pembinaan FKLPID yang laksanakan oleh Kemnaker, yakni wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri ( KADIN) Aceh, Zainal Yakub, SE,  pejabat Balai Latihan Kerja ( BLK UPTP) Aceh, serta dua belas pengurus FKLPID Aceh. ( TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *