Remehkan Rupiah, Pekerja: Presiden Prabowo Tidak Berpihak Kepada Nasib Buruh dan Keluarganya

images (14)

O L E H

Timboel Siregar 

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia ( DPN OPSI)

Progresnews.info –Pidato Presiden Prabowo yang meremehkan pelemahan rupiah yang sudah dalam, memberikan kesan ketidakberpihakan Presiden kepada nasib masyarakat Indonesia termasuk nasib buruh dan keluarganya.

Seluruh rakyat termasuk masyarakat di desa akan terdampak dgn pelemahan rupiah karena harga barang naik karena banyak industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri, yang butuh dolar untuk membelinya, agar produksi bisa tetap berjalan.

Daya beli masyarakat menurun karena harga naik, upah riil buruh menurun sehingga kesejahteraan buruh menurun.

Perusahaan yang tidak  mampu mengatasi masalah cash flow nya karena  pelemahan rupiah akan mengurangi pekerja, terjadi Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) yang lebih besar.

Aktivis Serikat Pekerja Buruh ( SP/SB) diam tentang hal ini, tidak mau mengkritisi kondisi saat ini. Diundang seremonial dengan memberikan tepuk tangan kepada pidato yang hanya menyudutkan orang orang  yang memberi masukan untuk perbaikan bangsa.

Jabatan demi jabatan diberikan kepada aktivis buruh, undangan seremonial dimana mana, sebentar lg dikirim ke Jeneva utk menghadiri ILC adalah upaya untuk meredam buruh yang memang saat ini terancam daya belinya, terancam upah riilnya, terancam diPHK, yang akhirnya menjadi miskin.

( Red)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *