Kewajiban Instruktur Ciptakan Tenaga Kerja Kompeten dan Berdaya Saing

IMG-20240626-WA0023

Progresnews.info–Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut, instruktur mempunyai kewajiban utama dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

Menaker Ida mengatakan, tidak dapat dibayangkan apabila dinamika ketenagakerjaan yang bergerak sedemikian cepat tapi tidak diimbangi dengan kemampuan instruktur itu sendiri.

“Jika para instruktur tidak memiliki keahlian yang kompeten dalam mengikuti dinamika ketenagakerjaan ya percuma,” kata Menaker Ida Fauziyah dalam arahannya pada kegiatan Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Instruktur, Pelatihan Inkubator Kewirausahaan Tenaga Pelatihan BLK Komunitas dan Public Speaking Instruktur Swasta, di Surabaya Jawa Timur, Selasa (25/6/2024) malam.

Instruktur lanjut Menaker Ida merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan pasar kerja, di mana perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut untuk tidak berhenti melakukan inovasi dengan meningkatkan kompetensi instruktur.

“Impian untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing ada di pundak bapak ibu semua,” ujarnya.

Ida Fauziyah menambahkan, selain instruktur dari pemerintah, instruktur swasta juga memiliki kewajiban yang sama strategisnya dengan instruktur pemerintah. “Saya menaruh harapan yang sangat tinggi kepada para instruktur swasta,” ungkapnya.

Membangun kolaborasi dan sinergitas antara instruktur pemerintah dan swasta itu sangat penting terutama dalam membuat ruang-ruang diskusi untuk saling meningkatkan kemampuan masing-masing.

Selain kegiatan diseminasi peraturan jabatan fungsional instruktur, pada kesempatan ini juga dilakukan pelatihan public speaking dan inkubator kewirausahaan tenaga pelatihan BLK Komunitas.

Menurut Menaker Ida public speaking juga memiliki peran penting dalam suatu proses pelatihan yang dijalankan agar bisa menjadi interaktif, dan menyenangkan.

Ia berpendapat, tanpa adanya strategi komunikasi dengan teknik public speaking yang baik, pelatihan bisa jadi membosankan sehingga tujuan utama pelatihan justru bisa tidak tercapai.

“Saya ingin para instruktur mempunyai kemampuan public speaking yang bagus, sehingga dapat menyampaikan pesannya dengan jelas dan efektif, ujar Ida Fauziyah.

Sedangkan untuk program inkubator kewirausahaan tenaga pelatihan BLK Komunitas Menaker Ida menekankan agar memaksimalkan peran BLK Komunitas menuju lembaga pelatihan yang kredibel, profesional, dan mandiri.

Ia berharap tenaga pelatihan BLK Komunitas mampu mengakselerasi kemandirian BLK sebagai inkubator wirausaha bagi lahirnya gerakan kemandirian ekonomi baru.

“Semoga ini semua dapat menjadi batu loncatan akan lahirnya gerakan ekonomi keumatan baru di
Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa  yang mengikuti Diseminasi Peraturan Jabatan Fungsional Instruktur sebanyak 180 instruktur pemerintah, kemudian   Pelatihan  Inkubator Kewirausahaan diikuti oleh 140 Tenaga Pelatihan dari BLK Komunitas , dan Public Speaking diikuti oleh 80 Instruktur Swasta.

Turut Hadir dalam acara tersebut yakni Para  Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ( BBPVP) , para  Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ( BPVP) UPTP Kemnaker,  Para Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Kemnaker, Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur,  Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, kadisperindustrian dan tenaga kerja kota Surabaya, lembaga pelatihan kerja swasta ( LPKS). ( TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *