Peternak Telur Puyuh, “Mudah Berkarya” Binaan BBPKK Lembang Raup Omset 6 Juta Perbulan

IMG-20240328-WA0038

Progresnews.info–Kementerian Ketenagakerjaan saat ini sedang gencar gencarnya melakukan program penguatan ekonomi masyarakat melalui program Tenaga Kerja Mandiri Pemula dan Lanjutan (TKMP/L) diseluruh Provinsi.

Terkhusus, di Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Lembang, Bandung Barat.

Salah satu binaan dari BBPKK Tenaga Kerja Mandiri Pemula  (TKMP) kelompok yang terdiri dari 10 orang peserta, berupa modal usaha sebesar Dua Puluh Juta Rupiah tahun 2020.

Genda Toriq Muhamad bersama Ropiudin “Mudah Berkarya” dengan usaha peternakan telur burung puyuh yang beralamat kampung Nyelundung RT 01 RW 02 Desa Ciheulang Kecamatan Ciparaya Kabupaten Bandung, Jawa Barat,  mengajukan proposal kepihak Kementerian Ketenagakerjaan, dan proposal tersebut disetujui.

Ditemui Tim Monev Forwaker,  Kamis, 28 Maret 2024,  Genda menjelaskan bahwa setelah pihaknya mendapat bantuan dari Kemnaker  tahap Tenaga Kerja Mandiri  Pemula (TKMP) tahun 2020, pihaknya kembali mendapat bantuan modal usaha Tenaga Kerja Mandiri  Lanjutan Perorangan (TKML) sebesar 15 juta rupiah tahun 2023

Kemudian,  pihaknya mengikuti  pelatihan selama 5 hari di BBPPK Lembang Bandung Barat,  pelatihan lebih kearah pengembangan bisnis, mulai dari ternak, penyakit , pakan serta budidaya dan pelatihan langsung dilaksanakan diarea peternakan unggas.

Lanjutnya, ketertarikan berternak telur burung puyuh dilatarbelakangi oleh permintaan pasar telur burung puyuh diwilayahnya begitu besar, bahkan pihaknya mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar yang begitu tinggi, sehingga pihaknya pun meminta bantuan dari sesama peternak telur burung puyuh yang lain.

Saat ini sambungnya, ada sekitar 800 ekor burung puyuh berada dikandangnya yang berukuran 3×8 meter persegi. Jadi, 800 ekor burung puyu menghasilkan 6 sampe 7 kilo  gram perhari. Jadi, pihaknya mampu menjual sebanyak 600 hingga 700 butir telur burung puyuh setiap harinya, dengan pendapatan  perharinya mencapai 200 an ribu, bahkan dalam sebulan dapat meraup omset sebesar 6 juta rupiah.

Cara memasarkan, lanjutnya, melalui agen yang sudah menjadi rekanan selama ini, agen langsung datang mengambil telur burung puyuh yang sudah disiapkan.

Kendala yang dihadapi selama ini, menurut Gendah adalah masalah penyakit dan mahalnya harga pakan. Untuk itu pihaknya melakukan pembersihan kandang dua sampai tiga hari sekali guna menjaga kebersihan dan kesehatan ternak burung puyu. Terkait pakan pihaknya harus mencari pakan yang baik sehingga telur yang dihasilkan juga tentu baik.

Harapannya, agar kedepannya ada lagi bantuan dari Kemnaker  dalam hal pengembangan usaha , mengingat lahan disekitar ini masih luas. (TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *