Langkah Konkrit KOPITU Perangi Covid 19 Dengan Kembangkan Penelitian Vaksin Kuning Telur

IMG-20200504-WA0061

Progresnews.Info–Berbagai penelitian pengobatan Covid-19 sangat gencar dilakukan di seluruh dunia saat ini.

Berbagai jenis material obat sintetis maupun tradisional herbal diteliti untuk menemukan ramuan yang pas untuk mencegah dan mengobati Covid-19 ini, bahkan termasuk di antaranya adalah menggunakan metode pengobatan plasma darah, yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di tanah air.

Berbagai metode ini ditempuh untuk mencegah dan memutus rantai persebaran Covid-19 di seluruh dunia yang telah memberikan dampak yang sangat masif terhadap seluruh sendi-sendi kehidupan dunia terutama dalam hal ekonomi yang berakibat fatal terutama di negara-negara berkembang.

Indonesia merupakan salah satu negara yang harus merasakan dampak masif Covid-19 di berbagai lini kehidupan masyarakatnya, terutama di bidang perekonomian yang berdampak pada sosial kemasyarakatan.

Penyebaran Covid-19 di negara ini membuat pemerintah dan seluruh masyarakatnya harus berjibaku dalam menemukan solusi tepat pemutusan rantai penyebarannya terutama dalam hal obat-obatan yang mampu menangkal atau menyembuhkan Covid-19, sehingga kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di zona-zona terpapar Covid-19 atau physical/social distancing dapat diakhiri; dan proses recovery perekonomian nasional maupun global dapat segera dilangsungkan.

Penyebaran Covid-19 di Indonesia pada saat ini dapat dilihat tidak merata dalam hal ini jumlah penderita antara satu wilayah dan wilayah lainnya berbeda.

Persebaran yang terjadi saat ini lebih kepada transmisi lokal antara penderita dan lingkungan sekitarnya, di mana apabila individu-individu yang melakukan kontak langsung dengan penderita dapat tidak tertular apabila mempunyai imunitas tubuh dan antibodi yang bekerja dengan baik. Perbedaan imunitas dan antibodi masing-masing individu terhadap Covid-19 berlaku pararel terhadap metode pengobatan yang diberikan kepada masing-masing individu dalam proses pencegahan dan penyembuhannya.

Bervariasinya respon tubuh terhadap metode pengobatan dan obat-obatan yang dikonsumsi sehingga para peneliti atau ahli obat-obatan harus memperhatikan beberapa hal:
1. Penyakit bawaan yang mempunyai reaksi kebalikan terhadap kandungan obat-obatan tertentu yang dapat berakibat fatal apabila dikonsumsi.
2. Alergi terhadap kandungan obat-obatan tertentu seperti antibiotik.

Pemerintah RI saat ini sedang melakukan berbagai macam riset dan uji klinis terhadap metode pengobatan Covid-19, yaitu: suplemen, vaksin dan antivirus, convalenscent plasma, dan serum; yang dapat mempercepat peningkatan imunitas tubuh dan recovery imunitas atau sistem tubuh pada penderita Covid-19 pada berbagai tingkatan kerawanan resiko terhadap sistem kerja organ tubuh.

Satu hal yang menjadi pertanyaan seluruh umat manusia di dunia saat ini adalah seberapa efektif dan cepat metode pengobatan ini dapat menyelamatkan penderita Covid-19 dari resiko kematian terutama bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan yang bereaksi sangat cepat terhadap pathogen Covid-19 ini.

Mengapa? Covid-19 menyerang sistem imunitas tubuh seseorang yang berhubungan langsung dengan sistem kerja tubuh, kecepatan peningkatan level dari level normal sampai akut tergantung dari imunitas tubuh dan antibodi penderita, bisa dalam hitungan jam maupun hari; selama masa inkubasi rata-rata selama 14 hari.

Kecepatan penyebaran Covid-19 mungkin bisa dikatakan setipe dengan virus infectious bursal disease (IBD) atau dikenal dengan Gumboro disease yang menyerang unggas.

Perumpamaan ini dikarenakan virus Covid-19 adalah semacam pathogen dengan tingkat penularan yang tinggi yang menyebabkan kerusakan pada organ vital tubuh, untuk manusia terutama saluran pernafasan akibat melemahnya sistem imunitas tubuh.

Dalam sebuah dialog terbuka, Prof. Dr. I Wayan Teguh Subana berpendapat bahwa pengobatan Covid-19 dapat memanfaatkan vaksin Immunoglobin Y (IgY) yang terdapat dalam kuning telur. Apakah vaksin Immunoglobin Y (IgY)? Vaksin IgY adalah vaksin yang diberikan kepada unggas yang rentan terhadap IBD. Vaksin IgY terbukti efektif digunakan dalam mencegah laju persebaran IBD serta dalam pengobatannya.

Saat ini, Prof. I Wayan Teguh Subana dan tim sedang melakukan riset produksi vaksin IgG (titer antibodi spesifik) yang diambil dari kuning telur untuk pengobatan Covid-19. Vaksin kuning telur yang digunakan dalam metode pengobatan ini adalah hasil dari penyulingan IgY dalam kuning telur dengan metode biocompatible reagent.

Vaksin ini dianggap efektif dalam pengobatan pasien positif Covid-19 dengan metode disuntikkan ke tubuh pasien.

Vaksin kuning telur ini dinilai lebih aman direspon oleh tubuh, terutama oleh masyarakat Indonesia, dikarenakan khasiatnya untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh telah dikenal sejak ratusan tahun apabila dikonsumsi dalam takaran tertentu. Kuning telur mengandung banyak vitamin dan mineral serta omega-3 yang sangat baik untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh untuk kesehatan dan kerja sistem organ tubuh yang optimal.

Penggunaan pengobatan ini tidak memerlukan standar pengecekan kecocokan antara sistem organ tubuh dengan vaksin, seperti halnya proses pengobatan dengan plasma darah.

Vaksin kuning telur ini didapat dari ayam-ayam yang diberi pakan konsentrat yang berbasis pada interaksi rasio kandungan NDF (neutral detergent fiber) dan ukuran partikel pakan berserat. Pakan ini termasuk ke dalam jenis pakan organik berbahan dasar jerami padi dan jerami kangkung.

Dr. Muchammad Sobri menambahkan bahwa “Pakan konsentrat jenis organik ini adalah sebuah immunomodulator, yaitu suatu zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun; baik yang memberikan efek immunosupresan, immunostimulan, atau tolerogen. Pemberian pakan ini kepada ayam-ayam yang memproduksi telur yang akan digunakan sebagai bahan vaksin IgG. ”

Lebih lanjut lagi Dr. Sobri menyampaikan bahwa ayam-ayam atau hewan yang mengkonsumsi pakan konsentrat dengan tipe ini maka dalam sistem tubuhnya akan menjadi bahan pangan organik yang dapat membantu peningkatan imunitas tubuh dan antibodi, baik untuk pencegahan maupun masa recovery penderita Covid-19 atau penderita penyakit yang menyerang imunitas tubuh.

Selain itu, produksi bahan vaksin kuning telur oleh ayam ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan usaha dan pengembangan usaha peternakan ayam organik oleh pelaku UMKM di sektor peternakan ayam dan juga pelaku UMKM pertanian untuk pengadaan bahan pakan konsentrat organik.

Saat ini tim Dr. Muchammad Sobri dan tim Prof. I Wayan Teguh Subana sedang berkolaborasi untuk riset pengobatan Covid-19 dengan vaksin kuning telur dari hulu ke hilir, yaitu mulai dari proses pembuatan pakan yang berfungsi sebagai immunobulator sampai dengan proses penyulingan kuning telur dengan kandungan IgY menjadi IgG dan siap diuji klinis untuk digunakan dalam pengobatan untuk pasien Covid-19.

Yoyok Pitoyo, Ketua Komite Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU), salah satu organisasi non-pemerintah yang mendukung untuk riset ini mengatakan KOPITU sangat mendukung adanya riset ini dan berharap pemerintah mau untuk memberikan dukungan berupa fasilitasi riset serta pembiayaan dan uji klinis terhadap pengobatan Covid-19.

“Selain itu, dukungan terhadap riset gabungan ini juga akan memberikan dampak positif bagi para pengusaha UMKM di sektor peternakan dan pertanian dikarenakan bahan-bahan pembuatan vaksin diperoleh dari produksi lokal,” katanya.

Sehingga, lanjut Yoyok Pitoyo, dalam proses percepatan pencegahan dan pengobatan Covid-19 pemerintah melibatkan kontribusi UMKM sektor peternakan dan pertanian dalam penyediaan bahan baku.

Dukungan terhadap dilakukannya riset ini juga disampaikan oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.

Ganjar berharap bahwa pemerintah pusat dapat mendukung riset gabungan vaksin kuning telur untuk pengobatan Covid-19 dikarenakan wewenang sepenuhnya terhadap perijinan dan uji klinis berada di tangan pemerintah pusat; dalam hal ini Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) .

Menurut Ganjar, riset dan uji klinis atas vaksin ini harus segera dilakukan mengingat percepatan penambahan persebaran Covid-19 di Indonesia yang pada awal Mei 2020 ini telah mencapai sekitar 10,000 penderita positif Covid-19.

Selain itu, penggunaan kuning telur dalam pembuatan vaksin ini dapat mendukung keberlangsungan usaha pelaku UMKM sektor peternakan dan pertanian sebagai penyedia bahan baku dasar vaksin ini; terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Oleh karena itu, Yoyok Pitoyo berpendapat bahwa sudah seyogyanya pemerintah pusat mendukung riset vaksin kuning telur ini sebagai salah satu metode pengobatan Covid-19 di Indonesia.

“Selain sudah terbukti selama ratusan tahun khasiat penggunaan kuning telur untuk ramuan peningkat imunitas tubuh dan antibodi, penggunaan bahan baku lokal Indonesia juga dapat menekan production cost dari produksi vaksin dalam jumlah banyak, dengan efek pengobatan yang maksimal serta minim resiko.

Selain itu, pembuatan vaksin dengan bahan baku organik lokal dapat membantu peningkatan produksi UMKM di sektor peternakan dan pertanian, yang kedepannya dapat mewujudkan kedaulatan pangan; selain juga kedaulatan kesehatan,” tandas Yoyok Pitoyo. (Red)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *