Ruslan Irianto Simbolon Meraih Gelar Doktor Cum Laude dari UNJ

IMG-20190529-WA0029

Progresnews.Info-Semua pengusaha di Indonesia sebaiknya melibatkan pekerja dalam mengambil keputusan di perusahaan. Hal ini penting supaya pekerja merasa memiliki perusahaan dan selalu bertanggung jawab atas perusahaan.

Demikian dikatakan Ruslan Irianto Simbolon dalam mempertahankan disertasinya di depan para penguji dalam ujian terbuka di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (28/5/2019).

Doktor (Dr) Ruslan Irianto mengangkat disertasinya dengan judul “Pola Hubungan Industrial pada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Tbk Jakarta”.

Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bidang Hubungan Antarlembaga ini mengatakan, keterlibatan pekerja dalam setiap pengambilan keputusan bermanfaat, pertama, meningkatkan kualitas kehidupan pekerja; kedua,penggunaan tenaga kerja yang lebih efektif; ketiga, menampung minat dan kepentingan pekerja; keempat,meningkatkan komitmen pekerja dan pemberi kerja guna meningkatkan kinerjanya.

Menurut Irianto, panggilan lelaki yang mendapatkan nilai doktoral dengan Cum Laude ini, pengelolaan hubungan ketenagakerjaan terkait erat dengan produktivitas pekerja dan perusahaan.

“Masih banyaknya unjukrasa dan pemogokan di Indonesia sampai saat ini karena tidak adanya hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan pengusaha,” kata mantan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Jamos), Kemnaker ini.

Ia menegaskan, hubungan ketenagakerjaan yang baik akan meningkatkan produktivitas nasional, yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasonal.

Pada kesempatan itu, Irianto juga meminta pemerintah agar selalu terlibat dalam menyelesaikan masalah hubungan industrial. “Pemerintah dituntut agar dapat menyusun regulasi yang dapat membangun hubungan industrial dan ketenagakerjaan yang baik dan berimbang,” kata dia.

Menurut Irianto, dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dengan pekerjanya, pihak perusahaan sebaiknya harus selalu menyediakan “kerangjang hadiah” untuk para pekerja yang memiliki ide-ide yang mampu menekan biaya produksi yang diserahkan langsung oleh pimpinan tertinggi perusahaan.

Selanjutnya, kata dia, untuk memelihara kesinambungan serikat pekerja dalam proses perundingan kolektif, pihak perusahaan hendaknya memberikan ruang secara proporsional kepada pekerja untuk mengikuti kegiatan perundingan di perundingan serikat pekerja.

Irianto menegaskan, hubungan industrial di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Tbk Jakarta (TMMI) sangat harmonis. “Perusahaan ini telah menjalankan sistem hubungan kerja industrial yang sangat bagus. Tidak pernah ada unjukrasa dan pemogokan pekerja dan buruh di perusahaan ini,” kata dia. Irianto berharap, perusahaan lain di Indonesia harus mengadopsi cara PT TMMI dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

Turut hadir dalam ujian promosi Doktor Ruslan Irianto Simbolon ini adalah mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Fahmi Idris; mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bomer Pasaribu; mantan Menteri Perumahan Rakyat, Theo L Sambuaga; anggota DPR RI, Efendy Simbolon; dan para pengusaha dari Toyota, Bank Danamon, Adaro, Musim Mas, dan sebagainya serta serta para eselon I dan II Kemnaker. (Red)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *