Sekjen Kemnaker : Pengangkatan Pejabat Eselon 2 Bebas Intervensi, Murni Hak Perogratif Menteri

WhatsApp Image 2019-01-23 at 09.30.14

Progresnews.Info- Sedikitnya, 10 pejabat eselon tiga mendapat promosi untuk  menduduki jabatan Tinggi Pratama atau eselon II di Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka resmi menduduki jabatan setelah dilantik oleh Menaker  M.Hanif Dhakiri, Rabu Pagi, (23/01)

Ke sepuluh pejabat yang dilantik itu masing masing Wiwit Windiana sebagai Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan; Muhammad Ali sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Keja (BBPLK) di Medan, Chairul Fadhly Harahap sebagai Kepala Balai Besar Peningkatan Produktivitas Bekasi; Hery Budoyo sebagai Kepala Sekretariat Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP).

Kemudian Eva Trisiana sebagai Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN); Muhammad Idham sebagai Direktur Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Aminah A. Syahruddin sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Makassar; I Nyoman Darmanta sebagai Inspektur Wilayah; Dodo Setiadi sebagai Inspektur Wilayah IV dan Ismail Pakaya sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, 50 eselon III ikut seleksi terbuka pengisian jabatan Tinggi Pratama. Dari jumlah tersebut, pantia seleksi menetapkan 29 orang lulus seleksi komptensi manajerial dan sosio kultural. Tetapi dengan hak perogratif Menaker 10 dari 29 orang itu dilantik untuk menduduki jabatan yang kosong.         “

Sedikitnya, 10 pejabat eselon tiga mendapat promosi untuk  menduduki jabatan Pratama atau eselon II di Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka resmi menduduki jabatan setelah dilantik oleh Menaker Hanif Dhakiri, Rabu (23/1).

Ke sepuluh pejabat yang dilantik itu masing masing Wiwit Windiana sebagai Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan; Muhammad Ali sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Keja (BBPLK) di Medan, Chairul Fadhly Harahap sebagai Kepala Balai Besar Peningkatan Produktivitas Bekasi; Hery Budoyo sebagai Kepala Sekretariat Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP).

Kemudian Eva Trisiana sebagai Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN); Muhammad Idham sebagai Direktur Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Aminah A. Syahruddin sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Makassar; I Nyoman Darmanta sebagai Inspektur Wilayah; Dodo Setiadi sebagai Inspektur Wilayah IV dan Ismail Pakaya sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, 50 eselon III ikut seleksi terbuka pengisian jabatan Tinggi Pratama. Dari jumlah tersebut, pantia seleksi menetapkan 29 orang lulus seleksi komptensi manajerial dan sosio kultural. Tetapi dengan hak preogratif Kemnaker, 10 dari 29 orang itu dilantik untuk menduduki jabatan yang kosong. 

“Untuk memilih dan melantik pejabat eselon II di Kemnaker ini merupakan hak perogratif menteri,” kata Ketua Panitia Seleksi yang juga menjabat sebagai Sekjen Kemnaker Khairul Anwar, di Jakarta, Rabu (23/1) ketika dimintai tanggapannya mengenai pelantikan tersebut.

 Ia menepis issu adanya dugaan campur tangan pihak lain terhadap pelantikan para pejabat tersebut. “Tidak benar ada campur tangan pihak lain dengan pelantikan itu. Ini murni hak preogratif menteri,” tegasnya.

Kemungkinan, kata Kahirul melanjutkan, menteri melihat kompetensi para pejabat itu sudah memenuhi kebutuhan lembaganya sehingga mereka terpilih untuk menduduki jabatan tersebut.

Semula panitia menetapkan ada dua belas jabatan yang akan diisi pejabat eselon II. Namun faktnya, menteri hanya melantik 10 pejabat eselon II. Menanggapi itu, Khairul menyebutkan, dua pejabat tersebut baru efektif pensiun pada Maret 2019. “SK pensiun dua pejabat itu belum turun,” katanya.

Kepada 10 pejabat yang dilantik itu, Hanif mengatakan, agar bekerja dengan penuh integritas. “Integritas itu penting. Integritas itu seperti udara. Tak ada integritas, tak udara, matilah kita, “ kata Hanif.

Selain itu ia juga menyebutkan, agar para pejabat bekerja secara profesional dan mengedepankan kemampuan untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada stakeholder sesuai tupoksi masing-masing.

“Profesional menjadi kunci agar kementerian ini bisa maju, berprestasi dan menjadi kebanggan kita semua, “ katanya.

Kemudian, katanya melanjutkan, agar pejabat baru itu tidak bekerja seperti biasa, tapi bekerja dengan penuh terobosan, inovasi, keluar dari rutinitas sehingga output, manfaat maupun dampak yang ditimbulkan dari aktivitas  akan bisa menjadi optimal.

Hanif menambahkan proses pelantikan 10 pejabat tinggi pratama yang baru dilantik telah memenuhi seluruh ketentuan aturan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh regulasi terkait lainnya serta melalui proses seleksi sebagai mestinya.

“Hasil dari seleksi yang kita lantik, dapat memberikan kontribusi terbaik untuk Kemnaker untuk waktu-waktu mendatang. Selamat Bekerja kepada para pimpinan tinggi pratama yang hari ini dilantik, “ ujarnya. (TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *