Paradigma Baru Transmigrasi 2019

IMG-20190110-WA0009

Progresnews.Info-Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Peresmian Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045 di Istana Wakail Presiden Jakarta, Jumat 24 Agustus 2018, mengatakan bahwa Program Transmigrasi sudah tidak relevan.

Alasan Jusuf Kalla, dulu penduduk merupakan beban sehingga ada transmigrasi. Sekarang jumlah penduduk asal transmigrasi dan di daerah yang menjadi tujuan transmigrasi sudah berimbang.

Terkait ucapan Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut kemudian mendorong Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional, Aswan Bayan mengajukan beberapa pertanyaan seputar transmigrasi kepada Direktur Jendral Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi (Dirjen PKP2Trans) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi , R. Hari Pramudiono, SH, M.M.

Menjawab pertanyaan apakah transmigrasi masih relevan di era modern dan terbuka seperti sekarang ini, Dirjen PKP2Trans menjelaskan bahwa transmigrasi masih relevan karena Nawacita ke 3, Pemerintah Jokowi – JK , membangun Indonesia dari pinggiran dalam kerangka NKRI sangat tepat dilaksanakan melalui program transmigrasi.

Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai potensi daerah tujuan transmigrasi. Kurang lebih 12 provinsi yang bersedia menjadi tujuan transmigrasi karena daerah tersebut masih banyak tersedia potensi sumber daya alam, disisi lain masih membutuhkan SDM untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia itu.

Provinsi yang selama ini menjadi tujuan transmigrsi adalah provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Maluku

Sementara itu provinsi yang penduduknya paling berpotensi untuk menjadi transmigran adalah provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat dan Banten. Alasan mereka ikut program transmigrasi karena lahan semakin sempit dan ingin mengubah nasipnya agar bisa lebih baik dimasa yang akan datang.

Tentang program unggulan PKP2Trans pada tahun 2019, R. Hari Pramudiono, SH,MM mengatakan, Pengembangan Prukades (Program Unggulan Kawasan Pedesaan) dan kemintraan dikawasan transmigtasi adalah model yang tepat sebab konsep transmigrasi yang dikembangkan tidak hanya sekedar memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke wilayah yang kurang padat akan tetapi bagaimana menumbuhkan kawasan transmigrasi menjadi kota kota mandiri sesuai dengan kebutuhan.

Agar menarik minat transmigran maka menurut Dirjen PKP2Trans, pihaknya menawarkan program unggulan dengan cara dimediasi antar daerah asal dan tujuan.

Luas lahan yang disediakan untuk transmigran tergantung pola usaha yang dikembangkan dikawasan transmigrasi. Bila pola usaha tanaman pangan maka lahan yang disediakan luasnya 2 Ha. Sementara untuk pola usaha nelayan tangkap luasnya 0,5 Ha.

Lahan disediakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah sedangkan untuk biaya operasional Rp. 187 jt. Per KK berasal dari APBN/APBD.

Ditanya soal jumlah anggaran yang dibutuhkan agar program ideal transmigrasi bisa berjalan optimal, beliau menjelaskan bahwa Rp. 1, 1 Triliun merupakan anggaran yang sangat ideal untuk menggerakkan program transmigrasi terbaik namun demikian dengan anggaran yang tersedia pada tahun 2019 sebesar Rp. 390 118 518 000, _ tetap akan kami pergunakan secara efektif dan maksimal.

Sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi pada tahun 2018 capaian kegiatan
PKP2 Trans mencapai 95,01 %

Direktur Eksekutif Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional ( KUTIPAN ) Aswan Bayan menyampaikan apresiasi positif namun demikian perlu saran agar pencapaian kegiatan mencapai 98 % atau 100 % maka perlu pengawasan yang lebih ekstra didaerah transmigrasi sehingga lebih baik dan efektif. Beberapa daerah kawasan transmigrasi yang masih ada persoalan teknis pada tahun 2018 hendaknya segera diatasi agar pada tahun 2019 programnya berjalan sesuai perencanaan.(Teddy Unggik)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *