Hanif didesak Copot Mr. L

kUNJUNGAN MENTERI KETENAGAKERJAAN: Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (tengah) di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta, Selasa (11/11). Kunjungan Menteri Hanif Dhakiri dalam rangka silaturahmi dan perkenalan program-program kementerian.

Progresnews.Info–Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri dituntut untuk segera turun tangan mengatasi persoalan internal menyangkut ulah orang bawaannya. Sebab kemelut yang terjadi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan dua tahun terakhir sebagaimana yang dilansir beberapa media sebelumnya masih tetap berlangsung hingga saat ini.

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi saat dimintai pendapatnya mengenai kemelut itu, Selasa (25/9) menyarankan agar Menaker Hanif Dhakiri segera membenahi persoalan internal di lembaga yang dipimpinnya.

Uchok mengatakan itu karena ia menilai Menaker Hanif lemah dalam hal pemanfaatan anggaran termasuk kontrol terhadap orang kepercayaannya dalam mentransformasi kehendak menteri dengan pelaksanaan pemerintahan.

“Hanif terlalu banyak gaya tetapi lemah dalam kontrol tingkah laku orang kepercayaannya,” kata Uchok

Pernyataan itu terbukti dengan besarnya peran L dalam menetapkan dan menunjuk pengusaha yang ikut tender. Yang belakangan diketahui adalah pengusaha yang dekat degan L.

Hal seperti ini, menurut Uchok sangat menganggu kinerja Presiden Jokowi–JK dipenghujung masa jabatannya, apalagi menjelang kampnaye Pilpres 2019.

Untuk itu, pemerhati transparansi anggaran negara ini mendesak Menaker Hanif Dhakiri untuk mencopot L dari “singgasananya” dan mengembalikan penggunaan anggaran sebagaimana mestinya.

Ia juga berharap agar KPK segera bertindak tegas dalam menyelamatkan anggaran negara di Kementerian Ketenagakerjaan yang dipimpin oleh kader Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Sementara itu, Direktur Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian IndonesiA (PADMA) Martinus Gabriel Goa ketika dihubungi secara terpisah, mendesak Hanif Dhakiri memberikan klarifikasi resmi kepada publik terkait pemberitaan beberapa media tentang perilaku oknum yang telah mencoreng nama baik dan integritasnya.

Ia juga meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenaker yang mengetahui perilaku dan rekam jejak oknum “L” untuk bersama sama melaporkan L ke KPK agar persoalan itu bisa diusut secara tuntas dan diproses hukum.

Selain itu, Gabriel pun mengajak solidaritas pers dan masyarakat untuk mengungkap dan membongkar tuntas permainan oknum”L” di lingkungan Kemnaker.

“Perilaku L itu tidak boleh dibiarkan. Untuk itu, kami juga akan ikut memantau perkembangan persoalan ini,” kata Martinus. (TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *