Awasi, Jangan Sampai Kementerian Jadi “Sapi Perah” Parpol

Aswan-Bayan-2-300x284

Progresnews.Info-Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN), Aswan Bayan mengajak semua pihak yang berkompeten terutama para wartawan dan LSM untuk mengawasi kegiatan proyek di Kementerian dan Lembaga Negara agar bisa berjalan dengan baik dan benar berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Aswan, di tahun 2018 yang merupakan tahun politik ini, para politisi akan melakukan apa saja untuk mendapatkan dana agar bisa mencapai hasrat dan tujuan politiknya dengan cara apapun termasuk memanfaatkan kedudukan dan jabatannya.

“Dan ini biasanya dilakukan para politisi yang berada di Kementerian dan lembaga negara lainnya,” kata Aswan. Di Jakarta, Selasa (27/02).

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pihaknya di sejumlah Kementerian yang menterinya berasal dari partai politik, para menteri biasanya dibantu oleh staf khusus atau pun non staf khusus yang kewenangannya terhadap pelaksanaan proyek dan rotasi jabatan sangat besar dan kuat.

“Akibatnya kewenangan para Pejabat Eselon I dan para Staf Ahli Menteri secara struktural teramputasi. Oleh karenanya, kami mengajak teman-teman wartawan dan LSM untuk mengawasi kegiatan proyek di kementerian dan lembaga negara agar bisa berjalan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tukasnya.

Ia menegaskan, penyalahgunaan wewenang sering terjadi dengan cara menitipkan orang-orang yang berfungsi sebagai staf khusus untuk menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Dalam pengamatan kami, penyalahgunaan wewenang sering terjadi dengan cara menitipkan orang-orang sebagai staf khusus untuk menjadi KPA, PPK, ULP dan turunannya sampai di panitia pelakasana,” ketus Aswan.

Menurut dia, para staf khusus ini adalah mesin pencetak uang untuk berbagai kepentingan dari kelompok politisi yang berada di Kementerian atau Lembaga Negara lainnya. (Tu)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *