Jual Beli Jabatan,Bukan Isapan Jempol

kemnaker

 

Progresnews.Info-Praduga Jual Beli Jabatan dilingkungan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai mana dilansir beberapa media Ibukota beberapa bulan lalu, mulai menunjukan titik terang setelah “kepergok” beberapa oknum pejabat melakukan pertemuan rahasia dengan salah satu orang kepercayaan Menteri  diruang kerjanya.

Oknum pejabat sebagaimana yang disebutkan diatas saat ini menjabat sebagai salah satu pejabat eselon dua dan eselon tiga di unit kerja yang berbeda yaitu, Sekretariat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan serta Direktorat Jenderal PHI dan Jamsos.

Diantara media yang melansir informasi tersebut adalah Surat Kabar Dialog, Koran Cakrawala, Media Nasional.co , liputan indonesianews.com, Progresnews.Info yang menyebutkan bahwa dugaan jual beli jabatan di kementerian ini bukan rahasia umum lagi bahwa di lingkungan Kemnaker yang berkantor di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan,

Untuk mendapatkan proyek dan jabatan , siapa pun harus melalui orang kepercayaan tersebut. Namun, sejauh ini kalangan ASN dilingkungan Kemnaker tidak berani menyebutkan berapa besar dana yang dikucurkan untuk mendapatkan jabatan dan proyek yang diharapkan.

Tetapi dalam investigasi hari ini, Kamis, 21 Desember 2017 menunjukan bahwa diduga dana tersebut diserahkan kepada oknum sebagaimana disebutkan diatas,  yang mendapat kepercayaan penuh  untuk mengotak atik proyek dan jabatan.

Dikalangan ASN Kemnaker beredar kabar bahwa dalam pengangkatan jabatan eselon dua, tiga maupun empat sarat dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) sehingga menimbulkan protes dan dinilai tidak pantas dan tidak tepat.

Sayangnya, hal ini tidak dihiraukan. Pelantikan pejabat Bulan April lalu menuai kontroversi, profesionalisme maupun kompetensi tidak menjadi acuan lagi , sehingga apa yang sudah ditata menteri-menteri sebelumnya menjadi rusak.

Saat akan dikonfirmasi oleh wartawan, oknum kepercayaan menteri tersebut menolak dengan alasan akan menerima tamu lain yang akan dibawa menemui untuk menteri.

Padahal, dalam tahun 2017 kementerian ini memperoleh beberapa penghargaan yang dikeluarkan oleh Ombudsmen dan Kementerian Keuangan RI. Tindakkan yang tidak terpuji dari oknum ini mencoreng nama baik kementerian dan kepemimpinan Menteri Hanif Dhakiri. (Teddy Unggik)

 

 

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *