Saksi Yang Menguasai Tanah Muncul Dipersidangan, Dakwaan Pemalsuan Terpatahkan

IMG-20171216-WA0004

Progrsnews.Info–Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menggelar sidang lanjutan kasus Surat Palsu dengan Terdakwa RC pada Jumat, (15/12/2017).

Kuasa Hukum Tetdakwa RC, I Wayan Sudirta usai sidang digelar kepada rekan rekan media cetak , elektronik dan online mengatakan sudah telak walaupun belum tuntas nanti tinggal keterangan saksi ahli pidana dan saksi perdata, telak dalam pengertian ini bukti menguasai tanah ini adalah terdakwa RC.

Lanjut Wayan, terdakwalah yang menguasai tanah itu, ini memperkuat hasil penelitian dilapangan oleh BPN Bali, tanggal 13 September 2013, jadi kalau ada orang yang berdebatkan siapa yang menguasai sudah tuntas faktanya adalah RC.

Saksi yang kita hadirkan hari ini menyatakan dengan jelas sejak 2003 sampai dengan sekarang, saksi bertugas menguasai, mengawasi, menunggui, bertanggung jawab atas tanah tersebut, terang Wayan.

Sekarang perkara ini tersangka di dakawakan membuat surat palsu, karena di surat itu menyatakan bahwa seolah-olah pak RC yang menandatangani surat itu, menyatakan bahwa seolah-olah Terdakwa RC yang menandatangani surat itu, dimana surat itu berisi RC menguasai tanah itu.

Jika Terdakwa RC membuat surat itu dan menandatangani, bukankah isinya menyatakan RC menguasai, didukung oleh hasil penelitian tanggal 13 September 2013 dan keterangan saksi yang dititipi, diberi, mandat dan untuk menguasai tanah itu,  jadi dua alat bukti ini yang memperkuat pernyataan surat itu entah siapapun yang membuat, jikapun terdakwa RC yang membuat dan menandatangani surat itu berarti tidak ada kepalsuan ketika tidak ada aslinya.

Sementara RC tidak pernah membuat surat itu, surat itu tiba-tiba muncul, menggunakan logo, logo itu bisa dibuat diprint dengan cara tekhnologi yang ada sekarang, jadi itulah alasan yang paling pokok, menyebabkan tidak ada pemalsuan.

Bahwa tentang keterlibatan tentang pak RC dalam tidak pidana, jauh lebih lebih tidak mungkin pemalsuan surat saja tidak, dituduhkan membuat surat palsu apalagi pelakunya tidak ada,  oleh karena itu ini memperkuat , harusnya jaksa sudah berani menuntut perkara ini dengan tuntutan bebas.

Sirra Prayuna, menerangkan pertama begini kenapa saksi-saksi yang meringankan itu penting untuk dihadirkan tentu ada syarat-syarat, pertama syarat saksi yang meringankan itu memang betul betul meringankan diri terdakwa.

Kedua permasalahan sesuai dengan fungsinya, tadi kita sudah mendengar dua orang saksi dan menjelaskan mulai dari sejak kapan dia bekerja di perusahaan terdakwa dan apa tugas fungsinya.

Lanjut Sirra dasar penugasannya saksi mulai bekerja sekitar tahun 1999, kemudian saksi ditugaskan untuk menguasai dan mengawasi tanah dengan obyek HGB No.72  & 74, kemudian dasarnya itu adalah pemberian tugas secara lisan.

Kata Sirra batas-batas wilayahnya juga secara jelas tadi digambarkan Barat, Utara, Timur, dan Selatan, itu jelas sekali digambarkan terus termasuk batas-batas patoknya digambarkan dengan gamblang.

Ucap Sirra apakah ada pemilik selain PT. NRW tidak ada, apakah ada gugatan perdata saksi tidak tau, ada masalah hukum saksi tidak tau artinya bahwa yang diterangkan saksi tadi sesungguhnya kita mendapat sebuah gambaran dari sejak dia menguasai dan mengawasi sampai saat ini adalah obyek yang menjadi pokok permasalahan perkara pidana ini adalah milik PT NRW dan dalam hal ini terdakwa RC sebagai Hak miliknya.
Tegas Sirra, ini yang menjadi tanda tanya bagi kami kenapa orang pemilik tanah, yang menguasai tanah itu kemudian dipermasalahkan secara hukum dengan landasan surat pernyataan tanggal 30 September 2013,  padahal dari kemarin kita memeriksa saksi Verbalisan dari pihak Polri bagaiman proses penyelidikan dan penyidikan, tutup Sirra. (TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *