Program Pemagangan Beri Kesempatan Angkatan Kerja untuk Tingkatkan Kompetensi

WhatsApp Image 2017-11-10 at 11.45.56

Progresnews.Info–Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan tujuan utama pemagangan adalah meningkatkan kompetensi angakatan kerja dengan langsung menjalani proses pemagangan di dunia industri. Magang yang berorientasi pada suatu jabatan tertentu dan sesuai standar industri akan memberikan angkatan kerja keterampilan yang sesuai dengan dunia industri.

“Magang tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk mendapatkan keterampilan” ujar Menaker saat membuka acara Rapat Kerja Nasional I Asosiasi Penyelenggaraan Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) , sekaligus pengukuhan Pengurus AP2LN Periode 2017-2021 bertempat di Hotel Santika , TMII, Jakarta Timur pada Jumat, 10 November 2017.

Dengan  agenda bertajuk “Meningkatkan Profesionalisme dan Sinergitas Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri di Era Persaingan Kompetensi Global” ini, Menaker juga menegaskan pemagangan sebagai bagian dari sistem pelatihan nasional merupakan bagian dari sistem pendidian nasional. Karena dalam proses magang ada keahlian tertentu yang di ajarkan pada peserta untuk mendapatkan skill, alih teknologi, dan berbagai keterampilan.

“Jadi di era persaingan, ini menjadi alat pertahanannya adalah Kompetensi,” katanya.

Saat ini, lanjut Menaker, angkatan kerja masih didominasi oleh masyarakat berpendidikan rendah. Diamana 60 persen dari total 131,5 juta angkatan kerja di Indonesia merupakan lulusan SD dan SMP.

“Pengangguran akan terjadi kalau diantara beberapa orang tidak memiliki kompetensi,” tegas Menaker.

Hanif menambahkan, Pemerintah Indonesia terus meningkatkan akses dan mutu pelatihan kerja untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang ada. Baik itu vocational training maupun retraining sebagai jembatan untuk masuk ke pasar kerja.

“Mereka (ankatan kerja-red) bisa memperbaiki karir dan meningkatkan kualitas pekerjaannya. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan yg berkualitas sangat penting,” pungkas Menaker.

Untuk diketahui, Kemnaker bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga telah menciptakan program pemagangan nasional yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Desember tahun 2016 lalu. Pada tahun 2018 ke depan, menargetkan prog­­­ram pemagangan bisa diikuti oleh 400.000 orang dan dengan melibatkan 4.000 ins­truktur.

Sementara itu,  Shofiyullah selaku  Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) Periode 2017-2021 bertekad merebut kembali pasar Jepang dengan moto “MARI BUNG REBUT JEPANG KEMBALI ” minimal menjadi  posisi nomor 2 bisa diraih kembali.

Oleh karena itu, agar semua harapan bisa termpai oleh AP2LN ,”kami mohon dukungan,bimbingan, arahan dan pembinaan prasarana komunikasi dan sinergisitas  yang berkesinambungan dari pemerintah khususnya Kemnaker RI sebagai regulator adalah prasyarat utama bagi kami,”pinta Shofi.

Kami menyadari dibailk pemikiran idealisme kami, tentunya sebagai Assosiasi dan perkumpulan SO ( Sending Organisation) tentulah  belum sempurna dan masih banyak kekurangan, untuk itu, kami dengan memposisikan diri sebagai mitra strategis mengusulkan beberapa langkah yang harus dilakukan.

WhatsApp Image 2017-11-10 at 11.45.57

 

I .KERJASAMA KELEMBAGAAN.

Peranan Pemerintah dalam hal ini. Birokrasi sangat diperlukan untuk terus bersinergi antara AP2LN dengan :

  1. KEMNAKER RI—sebagai Pemangku kepentingan dalam hal ini kebijakan pemaganan bisa lebih intens dan menyiapkan Atnaker di Jepang.
  2. KEMENTRIAN LUAR NEGERI—dalam kebijakan perlindungan
  3. KEMENKUMHAN—dokumen identitas pemagang.
  4. Peranan Pendidikan Formal dan Non formal—sebagai sumber rekrutmen dan seleksi pemagang yang berkualitas

III. Peranan Lembaga Keuangan—salah satu kendala anak bangsa yang ingin punya kesempatan ikut program ke jepang adalah masalah pembiayaan. AP2LN terus berupaya untuk menjembatani dengan melakukan kerja sama baik dengan lembaga perbankan pemerintah maupun lembaga keunganan financial lainnya dengan bunga KUR yang sangat ringan untuk bisa membiayai anak bangsa berkesempatan ikut program ini. AP2LN sudah melakukan MoU baik dengan BANK BRI, Bank BNI , KYODAI sebagai Lembaga remettance di Jepang dan BFI semoga ini bisa terwujud.

Jika melihat data pemagangan dengan jumlah trainee yang ada di Jepang sampai tahun 2016 sebanyak 18.7245 trainee dengan asumsi per trainee mengirim 20.000 yen atau setara Rp.2.300.000 maka kontribusi remitansi perbulan yang bisa mengalir ke tanah air sebanyak

Rp. 43.067.500.000 perbln atau sekitar Rp. 516.810.000 pertahun, inilah bukti nyata bahwa pemagang Indonesia adalah salah satu contoh Pahlawan devisa negeri ini.

Lanjut Shofi, AP2LN adalah Assosiasi yang berdiri baru 2 Iahun dan secara legalitas tertgang dalam SK Kemenkumham pada tahun 2015 dan Bejumlah 130  SO yang terdaftar dl Kemnaker RI dan sampai saat ini yang sudah tergabung menjadi anggota AP2LN sebanyak 76 SO. dengan harapan setelah acara Rakernas ini kedepan jumiah SO yang bersedla bergabung di AP2LN akan meningkat.

Masih menurut Dia, Meskipun usia AP2LN tergolong masih belia bahkan bagaikan bayi bawah Iima tahun atau BALITA namun keberadaan dan kiprah AP2LN sudah bisa diperhitungkan dan dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, itu semua adalah karena kerja keras, kerjasamadan soIiditas dari seluruh pengurus dan anggota, kita terus Bahu membahu, SO yang saling merangkul bukan saling memukul, So yang terus Meranjak bukan saling menginjak, dan SO yang saling membina bukan saling membinasakan, kita terus bersatu padu bahwa kita slap menjadi mitra terbaik bagi pemerintah daIam haI ini mitra terbaik Kemnaker RI, target kami bukan semata mata target bisnis oriented dan money oriented tetapi target kita adalah yang jauh lebih besar dan mulia bisa bekerjasama dan sinergi sarta menjadi mitra pemerintah didalam mengentaskan pengangguran salahsatu andil terbesar kemiskinan dinegeri ini melalui proram pemagangan luar negeri.

Tantangan ke depan dengan menghadapi persaingan kompetensi yang global dan makin kompetilif tentunya AP2LN harus bisa menjadi salah satu pelopor dan mampu menghadapi tantangan tersebut. Persaingan yang klta hadapi bukan lagi persaingan antar so Internal kita di Indonesia. tetapi tantangan ke depan kita harus bisa bersaing dengan SO SO dari Negara Iuar. Di tahun1990 –an lndonesia pernah‘ mencapai;puncak kejayaannya di Jepang menladi urutan no 2 setelah China tapi di tahun 2009 sampai saal ini Indonesia minta penurunan yang sungguh dilematis  bagi kita semua, Indonesia hanya blsa meralh 8 2% dan 228.589 orang. Dalam kesempalan atau peIuang pasar yang ada di Jepang dan Indonesia menempati urutan ke 4 dengan urutan sebagai berikut Vietnam (38 5%) yang notabenenya Negara Vietnam yang dulu pemah belalar program pemagangan dl Indonesia kini bisa menempati urutan teratas, China (35%) Phillplna (9,9%) dan Indonesia (8,2%), ini menjadi PR kita  khususnya darl para steakholder dan lebih khususnya Kemnaker RI sebagai  Induk dan pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan program pemagang ini. Kami AP2LN Siap dan selalu menyiapkan diri untuk terus meningkatkan kualitas ,baik kualitas instruktur kami, kualitas pembelajaran kami sarana dan prasarana.

Lanjut dia, AP2LN diperiode kepengurusan 2017-2021  AP2LN sudah memiliki 2 training center yang ada di SUKABUMI dengan kapasitas 500 orang dan dikarang anyar jawa tengah dengan kapasitas 200 orang, tentunya AP2LN juga akan menyiapkan standarisasi pelatihan dengan menyiapkan skema atau kurikulum pembelajaran untuk para SO yang terhubung, sehingga kualitas yang dihasilkan akan sama dan bermutu tentunya. Kami terus melakukan upaya kerja sama untuk meningkatkan kualitas tersebut salah satunya dengan BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP) yang insyaallah kemi segera membentuk LSP Pemagangan anak bangsa yang kami latih memiliki kemampuan dan bisa berdaya saing di erapersaingan kompetensi global ini dengam bukti sertifikat kompetensi dengan logo garuda BNSP.

Sementara itu, Data Jumlah Pemagang Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2014 sebanyak 3.779 trainee, tahun 2015 sebanyak 5.478 trainee dan tahun 2016 sebanyak 6.620 trainne ada kenaikan rata-rata 30% pertahun dengan jumlah SO 111.

Kontribusi IM Jepang yang notabennya sebagai Mitra Strategis Kemnaker RI di tahun 2016 mengirim sebanyak 1.443 trainne, sementara sisanya SO swasta murni mengirim sebanyak 5.177 trainee yang sebagian besar dari SO yang terhubung di AP2LN (Sumber Data Ditjen Pemagangan).

Dengan melihat data diatas “kami yang tergabung dalam AP2LN sebanyak 76 SO siap dan bertekad merebut kembali pasar Jepang dengan slogan “MARI BUNG REBUT JEPANG KEMBALI” Target 2021 minimal menjadi posisi nomor 2 bisa diraih kembali,”tutup Shofi. (Teddy Unggik)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *