Kinerja Kementerian Ketenagakerjaan Berjalan Ditempat

Timboel Siregar

Progresnews.Info-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merupakan kementerian yg strategis untuk mendukung pembangunan bangsa. Angkatan kerja sekitar 120 juta orang merupakan potensi pendukung pertumbuhan ekonomi bangsa ini, baik dari sisi sebagai pihak yg menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa maupun sebagai konsumen.

Oleh karena itu tentunya Kemenaker menjadi institusi yg bertanggungjawab untuk mendukung peningkatan SDM pekerja, produktivitas pekerja, kelangsungan usaha, hingga keberlanjutan hubungan industrial dan kesejahteraan pekerja.

Mengingat pentingnya peran Kemnaker tersebut maka sudah seharusnya kinerja kemnaker lebih ditingkatkan. Selama ini kinerja institusi Kemnaker berjalan seperti biasanya. Permasalahan yg terjadi di bidang ketenagakerjaan merupakan perulangan yg terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Masalah masalah TKI kita terus muncul dan kemnaker gagal membuat inovasi yg kreatif dan solutif terhadap masalah TKI kita di luar negeri.

TKI kita terus diperlakukan sebagai obyek pembangunan di negara lain dgn ketiadaan perlindungan. Masalah hubungan industrial dan jaminan sosial juga terus mengalami masalahnya sendiri. Pemahaman pekerja dan pengusaha terhadap hubungan industrial yg harmonis dan berkeadilan juga masih rendah sehingga para pekerja dan pengusaha kecenderungannya menjadi pihak yg berlawanan kepentingan di tempat kerja.

Demikian juga masalah jaminan sosial yg terus mengalami dilema dari sisi kepesertaan dan pelayanan sepertinya tidak beda jauh dengan era jamsostek lalu. Pengawasan ketenagakerjaan juga terus mengalami penurunan kinerja. Banyak permasalahan normatif tidak bisa diselesaikan. Sistem Pelatihan kerja yg diselenggarakan kemnaker juga masih belun mampu menjawab kebutuhan industri saat ini.

Kinerja kemnaker yg berjalan di tempat tersebut dikontribusi oleh kinerja pegawai pelaksananya. Namun yg terjadi kinerja pelaksana masih terkungkung oleh birokrasi seperti masa lalu. Ego masing-masing direktorat masih terasa. Singkronisasi program masih belum terjalin. Sistem rekrutment pejabat juga masih belum obyektif. Penggunaan anggaran juga tdk optimal. Penyerapan anggaran juga belum maksimal. Kualitas penggunaan anggaran dan pelaporannya juga masih belum optimal. Pemberian Penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK RI menjadi bukti masih adanya penggunaan anggaran yg tdk tepat. Sepertinya penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) masih jauh dari institusi kemnaker ini.

Lepasnya bidang transmigrasi dari Kemnaker seharusnya bisa lebih membuat Kemnaker lebih fokus dan berprestasi tapi nyatanya tidak ada yg signifikan diperoleh kemenaker.

Memang sangat dibutuhkan pejabat-pejabat kemnaker yg berani melakukan terobosan. Oleh sebab itu proses rekrutmen pejabat di kemnaker harus juga melibatkan peran para stakeholdernya untuk memberikan penilaian sebelum ditetapkan.

Demikian juga dalam proses penyusunan program-program kerja, setiap direktorat harus juga bisa melibatkan para stakeholder untuk bisa memberikan masukan dan pengawasan tentunya. Pelibatan kelompok SP SB dan Apindo dalam pelaksanaan program-program setiap direktorat juga sangat membantu untuk mencapai tujuannya.

Saya menilai hanya di direktoran jenderal PHI dan Jamsos yg sdh mulai melibatkan SP SB dan apindo serta akademisi. Sementara itu direktorat jenderal lainnya masih selalu dilaksanakan oleh masing-masing pelaksananya. Program-program kerja masih dimaknai sebagai proyek utk tambahan pendapatan dan program jalan-jalan ke luar negeri maupun daerah. Mental-mental seperti ini harus diubah. Keterlibatan stakeholder dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program-program sangat berpengaruh pada hasil yg akan dicapai.

Semoga Menaker Pak Hanif mampu memberikan terobosan-terobosan signifikan utk kemajuan Kemnaker dalam kontribusinya kepada pembangunan bangsa.

 

Oleh Timboel Siregar

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (DPP OPSI)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *