Peran Organisasi Pekerja/Buruh Harus Diperkuat Menghadapi MEA

hadapi-mea-menaker-minta-peranan-spsb-diperkuat1456220782

Progresnews.Info-Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak pengurus dan anggota SP/SB seluruh Indonesia untuk introspeksi diri terhadap tanggung jawab dan masa depan Pekerja Indonesia dengan menciptakan hubungan Industrial yang kondusif untuk kesejahteraan bersama.

“Dalam mengadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, relevansi gerakan pekerja/buruh dalam perjuangannya harus diperkuat agar dapat merespons perubahan-perubahan dalam kedinamisan hubungan industrial,” kata Menaker Hanif dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker pada Selasa (23/2/2016).

Hal tersebut diungkapkan Menaker Hanif dalam sambutan yang dibacakan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial (KKHI) Ditjen PHI Kemenaker Siti Djunaedah saat membuka Rakernas Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) tahun 2016, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (23/2/2016)

Hanif mengatakan pelaksanaan MEA yang memiliki dampak positif maupun negatif bagi hubungan industrial di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan soliditas pengusaha- pekerja dalam menyikapi adanya pengurangan hambatan-hambatan regional Asia Tenggara terhadap perdagangan barang dan jasa maupun investasi asing.

“Diharapkan semua unsur dalam tripartit dapat membangun budaya dialog dan musyawarah yang baik dan efektif dalam membahas dan mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan ketenagakerjaan dan hubungan industrial yang dihadapi bersama, “ kata Hanif.

Hanif menegaskan pemerintah berkomitmen untuk melakukan perbaikan di bidang hubungan industrial dan meningkatkan kerja sama yang efektif dan produktif dalam forum-forum tripartit untuk kepentingan bersama.

Kedepannya, kata Hanif sangat penting bagi SP/SB untuk membenahi diri menjadi lebih baik dan melihat kembali orientasi atau arah organisasinya. Orientasi atau arah tersebut akan menentukan gerak langkah organisasi dalam menjalankan fungsinya.

“Oleh karena itu pengurus dan anggota SP/SB tentunya perlu membekali diri dengan pengetahuan dan wawasan yang diperlukan agar dapat melayani dan mengartikulasikan kepentingan anggotanya secara optimal,” kata Hanif.

“Upaya peningkatan kompetensi pekerja/buruh yang didukung oleh komitmen SP/SB dapat menjadi suatu upaya yang mendorong ke arah perjuangan SP/SB untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan pekerja/buruh sebagai bagian dari masyarakat Indonesia,” kata Hanif.

Momentum ini sangat tepat bagi pengurus pusat dan daerah untuk bersinergi dan saling bahu membahu sehingga dapat membantu menciptakan peluang meningkatkan kompetensi melalui berbagai aktivitas, program dan kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan SPKEP SPSI. (TKU)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *