Tertipu Pembayaran Kuliah Bodong, 1.000 Mahasiswa UPI Terancam DO

UPI-YAI

Progresnews.Info-Sedikitnya 1.000 mahasiswa Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI terancam dipecat alias drop out (DO). Para mahasiswa yang menjadi korban penipuan pembayaran kuliah bodong itu dianggap mengundurkan diri jika tak membayar uang kuliah paling lambat 15 Oktober 2015.
Informasi yang dihimpun pojoksatu.id, uang kuliah di UPI YAI berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta. Beberapa mahasiswa yang tertipu pembayaran uang kuliah bodong itu masuk rumah sakit, bahkan ada yang depresi.

Pihak rektorat UPI YAI terkesan lepas tangan dengan membebankan semua kerugian akibat penipuan pembayaran uang kuliah bodong kepada mahasiswa. Padahal, oknum yang menipu 1.000 mahasiswa itu mengatasnamakan UPI YAI dan melibatkan orang dalam.

Parahnya lagi, rektorat UPI YAI sukses memanfaatkan para pengurus lembaga kemahasiswaan, seperti pengurus BEM, SEMA dan Himpunan. Rektorat merangkul para perwakilan mahasiswa itu untuk tidak melakukan aksi demonstrasi.

Bahkan, rektorat dan pimpinan lembaga kemahasiswaan UPI YAI membuat kesepakatan bersama yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama. Surat tersebut bernomor: 09/EDARAN/R/UPI Y.A.I/X/2015 – NO. 039/ED/K/STIE Y.A.I/X/2015 – NO.021/EDARAN/D/AA Y.A.I/X/2015 tentang hasil kesepakatan bersama pimpinan lembaga pendidikan tinggi Y.A.I (LPT Y.A.I) dengan Pengurus BEM-SEMA-HIMPUNAN LPT Y.A.I terhadap mahasiswa bermasalah atas pembayaran uang kuliah semester ganjil 2015/2016.

Pada poin 3, disebutkan, pembayaran uang kuliah bagi mahasiswa yang tersangkut no. 1 (penipuan) dapat diberikan kebijaksanaan untuk mencicil dengan ketentuan mereka menyampaikan surat permohonan cicilan uang kuliah kepada WADEK 2.

Apabila hanya satu semester (ganjil 2015/2016) pembayaran cicilan I harus dibayarkan tanggal 15 Oktober 2015 sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan dan cicilan berikutnya sudah dilunaskan sebelum UAS ganjil 2015/2016.

Bagi yang memiliki permasalahan belum membayar uang kuliah lebih dari satu semester maka pembayaran uang kuliah semester ganjil 2015/2016 harus lunas sebelum UAS ganjil 2015/2016. Sisa semester lainnya harus diselesaikan atau dicicil sebelum pendaftaran checklist.

Pada poin 7 disebutkan, bagi yang terkena masalah no.1 (penipuan) dan berkeras tidak menerima ketentuan dalam berita acara ini, maka dianggap mengundurkan diri.

“Apabila mengundurkan diri maka kepada yang bersangkutan diberikan dokumen transkrip nilai disesuaikan dengan pembayaran uang kuliah pada semester yang tidak bermasalah keuangannya,” demikian tertulis pada poin 7 di Surat Edaran Bersama.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Kemenristek Dikti, Ainun Naim menilai, penipuan 1.000 mahasiswa bisa merusak citra UPI YAI.
Ainun menyarankan pihak rektorat dan yayasan UPI YAI untuk menyelsaikan kasus tersebut bersama mahasiswanya sendiri. Jika tidak, citra UPI YAI di mata publik akan buruk.

“Jika pihak rektorat maupun yayasan UPI YAI tak bisa selesaikan permasalahan itu dengan mahasiswanya, maka reputasinya akan buruk,” ujar Ainun kepada pojoksatu.id, Kamis (15/10/2015).

Ainun menambahkan, Kemenristek Dikti tak bisa terlalu jauh mencampuri urusan internal UPI YAI. Sebab, UPI YAI merupakan kampus swasta, bukan negeri.

“Kita ga bisa ikut terlalu jauh mencampuri urusan internal perguruan tinggi, apalagi itu kampus swasta. Kasus tersebut urusan pribadi setiap lembaga,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Universitas Persada Indonesia (UPI YAI) terkesan bungkam dan tidak koperatif. Wartawan progresnews.Info, saat mendatangi kampus tersebut yang berada di Jalan Diponegoro , Jakarta Pusat pada Selasa (20/10) tidak diijinkan masuk dan meliput oleh pihak keamanan kampus.

“wartawan dilarang masuk dan ini instruksi dari pimpinan universitas,”ujar Aritonang, salah seorang sekuriti.(TU)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *