Pemerintah Mendorong Sinergisitas Dalam Penerapan SNI dan SKKNI Guna Menghadapi MEA

sarasehan 3

Progresnews.Info-Menteri Ketenagakerjaan Muh. Hanif Dhakiri dalam sambutan nya yang dibacakan oleh Staf Ahli Kebijakan Publik, Bambang Satrio Lelono mengatakan bahwa Modal utama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai akhir 2015) adalah produk-produk buatan Indonesia yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tenaga kerja yang memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Hal ini di utarakannya kepada rekan-rekan wartawan (cetak/ elektonik dan Online yang sehari-harinya meliput di kemnaker) dalam acara Sarasehan Ketenagakerjaan yang mengambil tema “Kesiapan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” yang diselenggarakan oleh Biro Humas Kemnaker, di Bogor, Kamis, 8 Oktober 2015.

Di Indonesia saat ini, menurutnya, terdapat dua komponen standardisasi. Terkait dengan proses produksi yaitu standardisasi di bidang produk yang dikenal dengan SNI. Untuk kualitas tenaga kerja dikenal dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Kedua standar ini, sama-sama berorientasi kepada daya saing. Pemerintah mendorong sinergisitas dalam penerapan SNI dan SKKNI yang dibutuhkan dalam persaingan dengan Negara-negara ASEAN dalam MEA nanti,” Kata Satrio

Data Kemnaker menunjukkan saat ini Indonesia memiliki 406 SKKNI yang terbagi dalam 9 sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan (56 SKKNI). Kemudian listrik, pertambangan dan energi (52 SKKNI), industri manufaktur (54 SKKNI).

Sektor lainnya adalah perhubungan dan telekomunikasi (21 SKKNI), kebudayaan, pariwisata dan seni (56 SKKNI), kesehatan (3 SKKNI), keuangan dan perbankan (18 SKKNI), konstruksi (108 SKKNI), serta jasa, konsultasi dan pertambangan (36 SKKNI).

Kementerian Ketenagakerjaan mendorong seluruh sektor terkait, seperti asosiasi industri dan pekerja serta kementerian teknis/lembaga yang menjadi pembina di masing-masing sektor, untuk mengembangkan standar kompetensi kerja yang dibutuhkan pasar kerja. (TU)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *