Bekas Anak Buah Muhaimin Iskandar Resmi Ditahan KPK

Jamalludin malik

Progresnews.Info– Bekas Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KT) di Kementerian Tenaga Kerja, Jamaluddin Malik, yang juga bekas anak buah mantan Menaker Muhaimin Iskandar langsung ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Kamis, 10 September 2015.

Jamaluddin Malik merupakan tersangka kasus dugaan korupsi di Direktorat P2KT di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Kita ikuti proses di KPK ini. Saya ikhlas,” ucap Jamaluddin, mengenakan rompi tahanan warna orange sekeluarnya dari ruang penyidik menuju mobil tahanan.

Sementara kuasa hukum Jamaluddin, Soesilo Ariwibowo mengatakan, kliennya lebih banyak dikonfirmasi mengenai barang bukti dalam pemeriksaan sebagai tersangka. Terkait sangkaan mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan kliennya, Soesilo mengaku masih belum mengetahui barang bukti yang dimiliki penyidik.

“Bukti memerasnya di mana saya tidak tahu. Kita juga belum jelas,” kata Soesilo.

Ditambahkannya, kliennya membantah sangkaan pemerasan. Hal itu nanti akan disampaikan saat pembelaan kliennya di persidangan. Terkat penahanan Jamaluddin, Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, membenarkan Jamaluddin Malik dinyatakan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Guntur.

“Ditahan di Rutan Guntur,” terang Yuyuk. Sebelumnya, penyidik KPK menetapkan Jamaluddin Malik sebagai tersangka pada 12 Februari 2015.

Dia disangka telah melakukan pemerasan terkait kegiatan dana tugas Kemenakertrans tahun anggaran 2013-2014 dan dana tugas pembantuan anggaran 2014. Dia disangka melakukan pemerasan untuk memperkaya diri sendiri dengan menyalahgunakan wewenang, dan memaksa seseorang membayar sesuatu dengan potongan.

Jamaluddin disangka telah melanggar Pasal 12 huruf e, huruf f, Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 421 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (JM)

 

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *