APJATI Minta Pemerintah Buka Semua Peluang Kerja ke Luar Negeri

aub Basalamah

Progresnews.Info-Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia AU Basalamah mengatakan bahwa pemerintah seharusnya arif dan tidak melakukan pengetatan terhadap peluang bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.

Lanjut Dia, memang tidak bisa dipungkiri adanya kekurangan-kekurangan dalam perlindungan terhadap TKI di luar negeri, tetapi semua itu kan bisa ditanggulangi dengan perbaikan sambil berjalan, sehingga nantinya tidak menyusahkan pemerintah sendiri.

Hal ini dikatakan AU Basalamah kepada Progresnews.info dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Ketenagakerjaan Indonesia (FORWAKI) di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015.

Menurut Aub, banyaknya devisa yang seharusnya masuk ke Indonesia melalui TKI menjadi jauh berkurang, dalam kesempatan ini tidak disia-siakan, dan diambil dan dinikmati oleh negara pesaing Penempat Tenaga Kerja Luar Negeri seperti Filipina, Bangladesh dan beberapa negara lainnya.

Ekonomi Indonesia, sambung Aub, dalam beberapa dekade telah ditopang oleh besarnya devisa yang masuk dari remmitance TKI kita di luar negeri yang menurut catatan Bank Indonesia (BI) berkisar Rp. 180 triliun pertahun. Belum lagi yang dibawa langsung oleh TKI mungkin bisa dua kali lebih besar.

Kita semua tahu betapa besarnya manfaat penempatan ke luar negeri bagi TKI dan bangsa selama ini, tapi anehnya, “tanpa persiapan mendasar pemerintah menyetop secara permanen penempatan Domestic Helper dan tidak memberikan solusi yang jelas,” ujar Aub.

Sampai sekarang, lanjut Dia, Tata Kelola Penempatan dan Perlindungan TKI ke luar negeri hanya dikemukakan dan digembar-gemborkan saja, serta digambarkan melalui pakar-pakar ekonomi dengan kajian-kajian yang hanya mengedepankan teori tanpa kepastian, dan hasilnya seperti kita alami bersama saat ini keterpurukan Rupiah yang semakin dalam.

Solusinya , menurut Aub sederhana saja, yakni pemerintah membuka seluas-luasnya dan mempermudah bagi warganya yang ingin mrencari peluang dan bekerja ke luar negeri, tidak seperti sekarang yang hanya karena gengsi dan alasan tidak mendasar pemerintah menetapkan kebijakan yang membuat rakyat kecil sengsara.

Pemerintah, pinta Aub, harus membelalakan mata dan tidak hanya bermimpi, yang hanya akan membawa rakyat dalam ketidakpastian. Kita semua sudah di ujung jurang . pemerintah harus segera memberikan solusi membuka semua peluang kerja ke luar negeri dengan perlindungan yang komprehensif. Tidak seperti sekarang, tidak ada sama sekali yang dikerjakan, hanya berteori ria.

“Coba tanyakan apa yang telah dibuat dalam membuka lapangan kerja dan melindungi TKI baik di dalam maupun di luar negeri selama 1 tahun Pemerintahan Pak Jokowi. Tata kelola yang dicanangkan hanya selogan saja sehingga ribuan TKI bekerja ke luar negeri tidak dalam kontrol dan perlindungan yang semestinya, apalagi maksimal,”terang dia.

Untuk itu, “APJATI meminta agar pemerintah segera membuka semua peluang kerja keluar negeri melalui Penempatan dan Perlindungan TKI yang komprehensif dan bermartabat sebagai salah satu solusi yang bisa memperkuat cadangan devisa yang pada akhirnya akan membantu menyelamatkan Rupiah dari keterpurukannya,”ujar Ketua Umum DPP APJATI AUB Basalamah.

Dan sekarang waktunya pemerintah harus berani mengakui kenyataan bahwa Penempatan TKI ke Luar negeri adalah penopang ekonomi Indonesia, tutup Aub. (TU)

Silahkan di ShareTweet about this on TwitterShare on Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *